SIT An-Nahl Percikan Iman Jambi mengawali tahun 2026 dengan langkah konkret melalui Workshop “Pendidikan Berkarakter Berbasis Genetik”. Kami percaya bahwa setiap anak itu unik, dan tugas kita adalah menuntun mereka sesuai dengan fitrah dan potensi genetiknya.
Seringkali kita menuntut anak untuk menjadi “segalanya”, tanpa sempat bertanya: “Apa yang sebenarnya Allah titipkan di dalam dirimu, Ananda?”
Di SIT An-Nahl Percikan Iman Jambi, kami belajar untuk tidak menuntut dan mulai mencoba memahami. Melalui Workshop “Pendidikan Berkarakter Berbasis Genetik” yang kami laksanakan 2 Januari kemarin, kami belajar untuk melihat dunia Pentensi baik dan kecendrungan ananda.
Ibu Yusnita, M.Pd mengingatkan kita semua bahwa pendidikan bukan tentang mencetak angka di atas kertas, tapi tentang membangun Legacy Peradaban—memastikan setiap lulusan pulang dengan rasa percaya diri karena mereka mengenali fitrah dan jati dirinya sendiri.
Bersama Solver Hari Sanusi, kami menyelami konsep STIFIn. Bukan untuk memberi label, tapi untuk menemukan “bahasa cinta” dan pola asuh yang paling nyaman bagi mereka. Karena saat anak merasa dipahami, karakter unggulnya akan mekar dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa. 🌸
Mari bersama-sama menuntun mereka pulang ke fitrahnya.




